Flashfiction
Tema : Pahlawan Impianku
Serpihan yang Menjawab
by: Devy Destiani
“Umar?
Apa dia jendral baru kita?”
“Yaps,
dan dia juga akan memimpin pertempuran kali ini.”
“Hah!
Ini pertempuran penting untuk Negara kita. Kalau menang bisa jadi pahlawan,
kalau kalah PECUNDANG!”
“Jangan remehkan dia. Meski belumlah lama bergabung,
suaranya telah menyatakan ketegasannya,” pemuda itu
meyakinkan temannya.
“Lagipula,
mengkin dia mewarisi sifat Umar bin Khatab yang tegas dan garang dalam
berperang,” lanjutnya.
“Aaah,
itu zaman nabi ratusan tahun lalu. Kalau sekarang, yakin Umar bin Khatab masih
ada?” temannya memprotes.
Percakapan
mereka terhenti ketika datang sosok pria
berperawakan mungil. Suaranya pun
menggema, menyuruh untuk bersiap ke medan perang. Kedua pemuda itu mengangguk
kecewa, meremehkan..
Maka,
pergilah mereka ke medan perang.
“JENTUM!!!”
Sebuah granat jatuh tepat sepuluh meter dari
mereka. Mereka tertegun, tetapi bukan karena dahsyatnya ledakan. Sang jendral
kini berdiri gagah dihadapan mereka, bertindak sebagai tameng tanpa mempedulikan
liquid merah dari tubuhnya. Tak secuil pun serpihan granat menyentuh kulit
kedua pemuda itu. Mereka pun saling berpandangan, tak percaya.






0 comments:
Post a Comment